Sejak pertama kali rilis sampai sekarang, nama Vario 125 PGM-FI tak putus-putus menghiasi jagat blogsphere. Sesuai dengan perkiraan sebelumnya AHM kali ini meluncurkan matic pertamanya di kelas 125 cc berteknologi injeksi dan menempatkan Vario 125 ini di pertempuran matic 125 yang lebih dahulu dihuni Yamaha Xeon dan Suzuki Sky Drive. Nampaknya AHM kali ini ingin merebut pasar matic 125 dengan memberikan “sesuatu” yang lebih yang bisa diunggulkan oleh AHM, yaitu teknologi injeksi khasnya. Dengan image yang berkembang di konsumen pada umumnya, bahwa mesin injeksi lebih irit daripada mesin karbu. Apalagi di tengah wacana pemerintah yang akan mencabut subsidi BBM, yang akan mengakibatkanharga BBM jadi naik. Itu lah yang coba “dijual” AHM untuk menaklukan pesaing di kelasnya.

Namun ada satu hal yang terjadi dan di luar perkiraan saya sebelumnya. Ternyata dengan rilisnya Vario 125 PGM-FI ini menyisakan duka bagi keluarga AHM, bagaimana tidak ada yang harus dibayar mahal dengan lahirnya Vario 125 PGM-FI ini. Sang kakak yang begitu besar jasanya untuk mendongkrak penjualan AHM, akhirnya dibunuh juga. Sangat bertentangan dengan artikel saya sebelumnya, kalau AHM tak akan mungkin berani membunuh Vario Techno. Kenapa waktu itu saya mempunyai pikiran seperti itu? Sangat wajar memang, jika saya memiliki pikiran kalau AHM tak akan berani membunuh Vario Techno. Dengan dasar tabiat AHM selama ini, yang selalu mempertahankan produknya yang terbilang laku dan baru menggantinya kalau sudah tak laku lagi. Ini pun terjadi pada Vario Techno, lihat saja di data penjualan 10 motor terlaris 2011 versi otomotifnet. Vario Techno berhasil membukukan penjualannya sejumlah 632.788 unit pada tahun 2011, angka penjualan yang bagus bagi seukuran produk yang baru seumur jagung.

Dan faktanya sekarang AHM mengambil langkah fenomenal dan tak lazim dengan berani membunuh Vario Techno sebagai konsekwensi lahirnya Vario 125 PGM-FI. Nampaknya, AHM sekarang berani mengambil langkah tegas dengan mematikan produknya yang sedang laku keras. Ya sah-sah saja memang, paling tidak AHM tentunya sudah memiliki alasan yang kuat dengan diambilnya keputusan fenomenal ini. Ya kalau dipikir-pikir daripada “mati tua” karena tak laku, ada baiknya dibunuh sekarang. Tapi yang perlu kita ingat disini, efeknya bagi konsumen sangatlah besar sekali. Bagaimanapun memiliki produk yang sudah discontinued itu tak enak rasanya. Rasa was-was pasti ada, tentunya yang berhubungan dengan kelangsungan hidup produk yang sudah terlanjur dimilikinya. Semoga saja masih ada jaminan tersedianya spare part bagi Vario Techno. Kalau tak ada, ya kembali lagi konsumen yang dirugikan. Hmm, umur yang sangat singkat bagi Vario Techno, kasihan sekali. Rest In Peace Vario Techno.

Iklan