Dalam sebuah kapal, memang sudah kewajiban bagi juru mudi untuk menuruti dan melaksanakan perintah sang kapten. Di saat sang kapten minta berbelok ke arah kanan, maka sang juru mudi harus membelokkan kapal ke kanan pula sesuai dengan permintaan sang kapten, begitu juga arah sebaliknya. Loyalitas sangatlah utama bagi sang juru mudi untuk bersama sang kapten menjalankan kapal ke arah haluan yang benar. Bagaimanapun dalam menjalankan sebuah kapal saat berlayar, sang juru mudi hanya menurut apa perkataan Kapten, dan bukan “Pemilik Kapal”

Dan apabila di saat sang kapten mengundurkan diri dari jabatan kapten kapal yang dipimpinnya, sang juru mudi mempunyai pilihan untuk tetap di kapal tersebut dan menunggu pengganti kapten kapal baru. Atau sang juru mudi bisa memilih pergi bersama dengan kapten untuk berlayar lagi. Dan akhirnya sang juru mudi ini, lebih memutuskan untuk memilih pergi dari kapal bersama sang kapten dan berlayar lagi walau hanya dengan sebuah perahu kecil. Karena bagi juru mudi ini loyalitas terhadap kapten lha yang utama. Karena langsung berasal dari hati nurani sendiri dan TANPA paksaan ataupun interverensi dari pihak manapun.

Semoga dengan mundurnya sang juru mudi ini, tak akan mengurangi rasa persaudaraan dan menghilangkan tali silaturahmi yang sudah terjadi di antara ABK yang lain. Apapun dan bagaimanapun yang terjadi ABK yang lain adalah tetap saudara sang juru mudi. Sekian pernyataan ini, terima kasih.

Iklan