Awalnya saya tak mau menulis artikel ini, dan sebelumnya saya minta maaf bagi pihak-pihak yang tersinggung dengan artikel saya ini. Namun apa daya sebagai manusia biasa yang normal, saya juga punya hati nurani. Saya tak mau (maaf) dilecehkan orang begitu saja. Artikel ini lahir berbarengan dengan sedikit luapan emosi saya. Ada yang menarik di sini, sebagai buntut dan konsekwensi yang saya terima akibat pengunduran diri saya sebagai Wakil Ketua Jatimotoblog.

Apa konsekwensi yang saya terima tersebut? Tanpa konfirmasi dan tanpa pemberitahuan apapun saya DITENDANG dari Jatimotoblog. Terlebih lagi grup di facebook, padahal tadi pagi sebelum pernyataan pengunduran diri saya publish, semuanya masih baik-baik saja. Namun ternyata siang hari saya mendapati sesuatu yang terbilang hampir tak masuk akal, dan ternyata saya sudah dicabut keanggotaan saya dan ditendang dengan paksa keluar dari grup. Padahal sebelumnya dengan saya berinisiatif mundur sebagai wakil ketua, semuanya bisa menjadi lebih baik. Dan bisa memperbaiki tali silaturahmi yang sedikit renggang. Namun ternyata kenyataan pahit yang saya terima.

Faktanya lagi ternyata bukan cuma saya saja, ternyata bro eko deby cafebiker dan bro ata mesin4tak juga mengalami hal yang sama. Oke lah tak masalah bagi saya pribadi jika harus keluar dari Jatimotoblog, cuma yang saya soroti disini tak adakah cara yang lebih sopan? Saya pun mengundurkan diri dari wakil ketua Jatimotoblog dengan sopan, namun apa balasan yang saya terima? Seakan saya dibuang seperti SAMPAH, yang sudah tak berguna lagi. Mengundurkan diri baik-baik saja diperlakukan seperti ini. Sudah lah, yang penting sekarang dengan ataupun tanpa Jatimotoblog saya tetap akan berkarya, tak peduli apa kata orang seperti apa.

JATIMOTOBLOG

#TIDAK PERLU, TERIMA KASIH

Iklan