Selamat pagi kawan semua, kali ini HRM ingin share saja dengan pembaca semua. Artikel ini saya buat atas opini pribadi HRM saja, dan pastinya tanpa memandang sebelah mata dan mendiskreditkan cara berkendara kaum hawa. Memang tidak semua kaum hawa memiliki teknik berkendara yang minim, namun hampir sebagian besat kaum hawa yang HRM temui di jalan tiap harinya memiliki teknik berkendara yang sangat minim. Kadang memang ada anggapan-anggapan yang keliru yang dipahami seorang pengendara motor cewek.

Contoh kecilnya seperti salah pengertian kalau berkendara dengan speed rendah bisa dikatakan aman. Lha kalau pengertian seperti ini kan bisa disangkal, kalau speed rendah tapi jalurnya di tengah jalan ya sama saja kan? Beberapa kali HRM menemui kasus seperti ini di jalan, padahal sebenarnya speed rendah tidak menjamin sepenuhnya faktor keselamatan. Kalau menurut HRM untuk masalah speed yang pantas di jalan, ya disesuaikan saja lah dengan kondisi di jalan waktu itu seperti apa. Tak mungkin kan, kalau berjalan dengan speed rendah di jalan lintas propinsi yang notabene jalur utama dan dilewati kendaraan besar.

Beberapa perilaku berkendara pengendara cewek yang sering HRM temui:

1. Perilaku mengerem mendadak dan secara refleks mengandalkan rem depan.

2. Tidak memanfaatkan engine brake untuk deselerasi.

3. Posisi duduk keliru seperti duduk di ujung jok yang akhirnya bisa menghambat daya refleks.

4. Manuver tiba-tiba dan telat memberi sein.

5. Adanya blind spot daerah yang tidak terlihat di spion, hal ini terjadi biasanya pada ibu-ibu yang membonceng anaknya di depan. Celakanya lagi kadang malah tak melihat spion sama sekali.

6. Posisi telapak tangan menghadap ke atas yang membuat genggaman tidak maksimal

7. Posisi lengan lurus membuatnya tidak fleksibel.

Well itu cuma beberapa perilaku pengendara kaum hawa yang sering HRM temui di jalan, mungkin masih banyak lagi perilaku berkendara lain yang belum sempat HRM sebutkan. Padahal kalau dilihat secara fisiologis, sebenarnya cewek punya kelebihan dibanding cowok. Mereka punya daya tahan lebih tinggi, sabar dan memiliki naluri tajam, namun kalau menurut HRM hanya saja memang masih perlu diasah kemampuan berkendara. Jadi menurut HRM penting juga untuk memberikan sosialisasi Safety Riding kepada pengendara cewek. Bagaimana kalau menurut panjengan semuanya…???

Iklan