Sudah 4 hari kita berjalan di tahun baru 2012, tahun di mana nantinya akan hadir lebih banyak lagi motor baru di Indonesia. Terhitung hampir semua pabrikan tengah bersiap dan berlomba-lomba meluncurkan produk² ungulannya untuk menguasai pasar. Namun untuk pabrikan berlambang “S” ini sepertinya kok tenang² saja ya, dalam menghadapi pertarungan di tahun baru ini. Memang seperti yang kita tahu beberapa waktu yang lalu Suzuki telah merilis varian matic terbarunya yaitu Suzuki Nex 110. Yang jadi masalah di sini, kok sepertinya yang dirilis Suzuki matic saja dari jaman dulu kala. Seakan-akan Suzuki tak terlalu berminat untuk menerjuni dan perang head to head di segmen lain. Coba kalau kita hitung dari mulai Spin, Skywave, Skydrive, Hayate, dan yang terakhir Nex, sudah 5 varian matic yang Suzuki miliki. Bandingkan dengan kompetitor lainnya yang hanya memiliki beberapa varian matic saja tak sebanyak Suzuki.

Yang sangat lebih disayangkan lagi adalah, Suzuki hanya memilki Thunder 125 di segmen sport. Padahal kalau kita mau meraba-raba, tahun 2012 ini nanti adalah pertarungan besar motor sport dari segala macam pabrikan yang ada di Indonesia akan lahir. Dan sekali lagi Suzuki sepertinya tak berminat dengan pertarungan sport. Seandainya kalau Suzuki jeli, mau tak mau Suzuki sudah waktunya ikut pertarungan di segmen sport. Segmen sport Suzuki sudah lama mati suri, dan mungkin menurut HRM di tahun 2012 ini adalah momentum yang bagus untuk Suzuki bangkit dari tidur panjangnya. Dan seperti yang kita tahu, Suzuki memang tengah menyiapkan GW 250 sebagai tandem Thunder 125. Namun apa Thunder 125 juga tidak membutuhkan penyegaran? Dengan kondisi Thunder 125 yang ada sekarang, kok sepertinya sudah terlalu kuno dan benar² membutuhkan penyegaran.

Walaupun beberapa waktu yang lalu seperti yang kita ketahui memang Thunder sudah mengalami penyegaran. Namun bagi HRM sepertinya masih kurang untuk tetap bisa “fight”. Dan mau tak mau Suzuki harus reborn Thunder 125 TOTAL. Sepertinya pun ada syarat minimum yang harus dipenuhi, tingkatkan kubikasi mesin menjadi 150 cc. Walaupun memang tak ada aturan jelas tentang kapasitas mesin, namun era sekarang ini untuk motor sport sepertinya sudah menjadi hal yang wajib harus berkapasitas 150 cc. Mudahnya kalau menurut HRM, pindahkan saja mesin Satria FU yang sudah DOHC ke body Thunder 125 yang ada sekarang. Ganti bajunya dengan tampilan yang “eye cacthing” sudah pasti bisa ditebak, pasti akan bisa merusak tatanan market share motor sport yang ada sekarang. Untuk banderol harga dengan model Thunder seperti ini, HRM rasa harga psikologis 22-23 juta masih sangat logis sekali. Hmm, semoga saja Suzuki bisa mewujudkan ini. Kalau saja Suzuki berani mengambil langkah yang bisa dibilang ekstrim ini, tatanan market share motor sport Indonesia sudah pasti lain ceritanya. Bagaimana kalau menurut panjengangan semuanya…..???

Iklan