Half Face tak bermoncong

Ada yang menarik nih kawan semua, ada beberapa kabar ataupun cerita kalau di beberapa daerah di Jawa Timur sekarang khususnya di daerah Trenggalek dan sekitarnya. Ada aturan kalau tidak boleh mengenakan Helm Half Face yang tidak ada moncong atasnya. Alasannya sih bisa dibilang real juga lha, pasalnya pernah suatu ketika ada pengendara yang mengenakan Helm Half Face yang tak bermoncong mengalami kecelakaan dan langsung meninggal di tempat dengan kondisi mukanya hancur. Nah oleh sebab itu pihak kepolisian daerah sana mengambil langkah preventif dengan melarang penggunaan helm macam tersebut.

Half Face Bermoncong

Memang bisa jadi alasan kepolisian ini ada benarnya,karena bagaimanapun menurut beberapa kejadian dan hasil survey bagian sisi atas atau kening helm lebih banyak mengalami benturan ketika terjatuh. Study di Eropa diketahui ada tempat fixed untuk impact dan setelah itu helm diukur. Ada 6 area yang biasanya diukur. yakni depan (point P), atas, belakang (point R), samping kiri (point XS), samping kanan (point XR) dan dagu (chin). Dan point yang lebih sering mengalami benturan adalah point P, yaitu bagian depan alias muka. Memang semua titik point rawan benturan, jika diambil rata² misalkan setiap titik point bernilai 10% maka untuk point p ini bisa bernilai 20%.

Full Face memang lebih aman

Nah, produsen helm sendiri pun sudah paham betul dengan survey semacam ini. Makanya kenapa di kebanyakan helm khususnya Full Face bagian depan lebih diperkuat dan diberi lapisan lebih tebal dari sisi yang lain. Walaupun untuk beberapa merk helm malah mengaplikasikan ketebalan sama di setiap sisinya, namun ketebalannya lebih tebal dari merk helm lain. Hmmm, jadi alasan kepolisian daerah sana tadi logis juga ya kalau melarang helm Half Face tak bermoncong. So kesimpulannya, dari segi safety memang helm Full Face lebih dianjurkan kawan untuk meminimalisasi benturan di muka. Half Face pun sah² saja yang penting jangan lupa yang ada moncongnya lho, setidaknya lebih “sedikit” aman daripada yang tak bermoncong sama sekali. Dan yang terpenting semuanya harus ada standarisasinya lho, entah SNI, DOT, ataupun standarisasi lain.

Iklan