Memang sudah hampir bisa dipastikan bahwasanya KTM Duke 200 yang akan luncur di tahun depan, akan dipisahkan pemasarannya dengan Bajaj. Singkat kata KTM nantinya akan memasarkan Duke 200 dengan benar² berpijak di kaki sendiri. Memang seperti yang kita tahu Bajaj Auto menguasai saham mayoritas KTM, sehingga bagaimanapun keputusan tentang memilah distribusi pemasaran KTM Duke 200 nantinya di Indonesia juga berada di tangan BAI selaku ATPM resmi motor Bajaj di Indonesia. Memang segala keputusan selalu ada pro dan kontra serta baik dan buruk efeknya. Tentunya pun BAI sebelum mengambil keputusan fenomenal semacam ini pasti telah menimbang dengan seksama pula.

Menurut analisa HRM sendiri sebenarnya, keputusan pemisahan pemasaran semacam ini bagus memang. Cuma yang perlu kita ingat lagi sisi negatif dari pemisahan ini banyak sekali, apa lagi jika dipandang dari sisi konsumen. Oke lha coba kita analisa satu persatu dari mulai sisi baiknya sampai sisi buruknya. Dari sisi baiknya terlebih dahulu, seperti yang kita tahu KTM adalah brand motor eropa yang elegan dan terkesan premium. Mungkin ini lah hal pertama yang mendasari BAI untuk memisahkan pemasaran. Bagaimanapun BAI sepertinya tak ingin “mencederai” image KTM, dengan image motor produknya sendiri. Apalagi dengan image yang beredar luas di para konsumen motor Indonesia tentang Bajaj sendiri, yang masih terkendala 3s-nya. Kedua, jika BAI bersikukuh menjadikan satu pemasarannya dengan KTM besar kemungkinan produknya sendiri akan “termakan” oleh KTM. Pasti nantinya pun akan bingung juga menentukan positioning harga dari KTM Duke 200 itu sendiri. Sedangkan kita tahu setidaknya Bajaj sendiri tengah menyiapkan pasukan baru di dalamnya seperti Discover, Avenger dan bahkan New Pulsar yang notabene akan segera rilis.

Terus kalau kita lihat dari sisi buruknya dari pemisahan pemasaran semacam ini. Yang pertama pastinya adalah problem yang tak jauh beda dari saudara tirinya, KTM akan terseok² dan terkendala dalam masalah pemasaran. Secara KTM harus membangun dari nol jaringannya sendiri, akhirnya kendala yang dihadapi KTM nantinya pun akan sama dengan Bajaj yaitu masalah 3s. Sedangkan membangun jaringan itu tak semudah membalikkan telapak tangan, butuh waktu minimal tahunan sampai bisa membangun jaringan yang solid. Belum lagi citra KTM yang pernah ternoda akibat ulah mocin bermerk KTM abal². Orang awam pun mengira KTM ini sama halnya dengan KTM mocin kala itu. Kedua, jika memang KTM berdiri sendiri, sudah hampir HRM pastikan motor ini nantinya akan diposisikan sebagai motor premium. Secara dari brand saja sudah cita rasa eropa layaknya motor eropa lainnya, memang hal ini akan jadi berita buruk bagi Duke 200 enthusiast. Jadi jangan berharap kalau motor ini akan dibanderol di bawah 30 juta, sungguh hal yang mustahil sekali. Monggo di share komentarnya, bagaimana kalau menurut panjengan semuanya…. 🙂

Iklan