Ada yang menarik saat hari kamis tertanggal 24 november 2001 kemarin HRM baca koran Jawa Pos. Ada iklan Yamaha, ya terhitung besar juga sih ukurannya. Disitu tertulis dengan jelas “Yamaha Ready FI”, wow menarik nih untuk diulas pikir HRM kala itu. Masih dalam iklan koran itu, Yamaha berani mengklaim bahwasannya motor Injeksi Yamaha menguasai market share dengan raihan 86,6%. Sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh kawan, jadi paling tidak Yamaha menguasai lebih dari separuh penjualan total motor injeksi yang beredar di tanah air.

Belum lepas dari iklan tersebut, ternyata Yamaha juga mengklaim kehandalan teknologi injeksinya. Disitupun tertulis dengan jelas Fuel Injection Yamaha 5 tahun tanpa masalah. Oke mari kita analisa sedikit lebih dalam tentang iklan tersebut. Memang peran iklan disini penting sekali bagi ATPM untuk mencitrakan produknya, sehingga bagaimanapun akan tercipta suatu image di kalangan konsumen tentang kehandalan teknologi yang dicitrakan ATPM tersebut. Hal ini pun juga berlaku pada Yamaha, Yamaha dengan terang²an dengan bukti nyata dan tak segan² menampilkan data dari AISI. Memang sah² saja beriklan seperti itu, toh juga tidak melanggar aturan yang ada dan tidak menipu.

Coba sekarang kita lihat lagi dari data AISI yang ditampilan Yamaha dalam iklannya tersebut. Yamaha mengklaim 86,6% market share motor injeksi. Yup benar saja, sekarang motor injeksi yang beredar luas di pasaran cuma berapa jenis sih? Paling Honda dengan pemain lamanya yaitu Supra X 125 PGM-FI yang hanya terdengar gaungnya. Oke lha, memang kalau Honda mengklaim kalau dia first mover di teknologi Fuel Injection, cmiiw. Tapi kenyataan di lapangan sangat lha berbeda, Supra X 125 PGM-FI terbukti hanya sebagai pelengkap saja. Memang  Supra X  125 adalah raja bebek, tapi apakah penjualan Supra X 125 PGM-FI semoncer Supra X 125 karbu? Sedangkan kalau kita kembalikan ke kubu Yamaha, Yamaha pertama kali menyematkan teknologi Fuel Injectionnya di motor sport. Yup, tahu sendirikan? Vixion sebagai agen pembaruan di motor sport Yamaha, mengusung teknologi injeksi pertama Yamaha di Indonesia, cmiiw.

Dan hasilnya terbukti moncer, sampai sekarang posisi Vixion tak tergoyahkan di pasar motor sport Indonesia. Sanggup bertengger cukup lama menjadi raja motor sport tanah air. Dan wajar saja kalau Yamaha mengklaim pasar motor injeksi market sharenya dia pegang dengan 86,6%. Lha wong dengan Vixion saja memberikan kontribusi sampai sebegitu besarnya. Terbilang sukses memang Vixion ini mendobrak mind set konsumen motor kita tentang teknologi injeksi. Hmmm, coba kala itu Honda dengan first mover teknologi PGM-FI khasnya disematkan di motor sport seperti Vixion ini, pasti beda cerita. So kesimpulannya, Honda memang first mover di motor injeksi, tetapi telat di motor sport injeksi. Hasilnya Yamaha dengan Vixionnnya mengklaim 86,6% market share motor injeksi. 🙂 Bagaimana kalau menurut panjengan semuanya… 🙂

Iklan