Pertama kali lihat motor ini brojol kok aneh yah bentuk fisiknya. Saking anehnya sempat membuat HRM memandang sebelah mata sama motor ini. Lihat saja mukanya kaya orang bloon (pah-poh=orang jawa bilang). Awalnya motor ini dipredikat sebagai genre motor baru, Honda pun menyebut motor ini bergenre City Sport. Honda pun mengklain City Sport adalah perpaduan motor sport yang kencang namun masih nyaman digunakan dalam perkotaan yang identik dengan macet. Tapi di balik tampilan anehnya itu ternyata Honda CS1 menyimpan kekuatan tersembunyi :mrgreen: . Bagaimana tidak mesin 125 cc yang dimilikinya memang benar² powerful, hingga bisa menghasilkan daya maksimum sampai 12,8 PS@10.000 rpm dan menghasilkan torsi maksimum 1.04 kgf.m@7500 rpm. Alhasil motor ini dipredikat sebagai salah satu motor cepat Honda yang beredar di Indonesia.

Namun setelah TMCBlog mengeluarkan sedikit bocoran alus tentang rencana Honda yang akan membrojolkan 5 motor terbarunya di tahun depan. Yang bikin mengejutkan HRM disitu tertulis CS1 akan disuntik mati. Hmmm memang sih belum tentu benar juga bocoran ini. Tapi andaikan rumor ini benar adanya, sungguh tragis sekali nasib CS1. Pasalnya motor yang diklaim sebagai motor pengusung genre baru akhirnya harus diakhiri hidupnya. Memang kalau kita pikir secara logika, bisa jadi Honda memutuskan untuk mengakhiri hidup CS1 ini karena dinilai sudah tidak lagi produktif. Memang di beberapa tahun ini penjualan CS1 terus menurun secara teratur, cmiiw. Kalau sudah seperti ini Honda pun sudah merasa tidak diuntungkan lagi dengan memasang CS1 di line upnya. Mungkin secara bisnis marketing keputusan Honda untuk menyuntik mati CS1 bisa dibilang tepat.

Tapi secara penilaian HRM sendiri tentang masalah ini, kok kurang yakin dengan bocoran itu. Malah HRM mengira CS1 tidak akan disuntik mati, melainkan CS1 akan direborn menjadi sesuatu yang baru. Entah dengan desain underbone layaknya Satria FU atau entah bagaimana lagi. Yang pasti kalau menurut HRM, inti permasalahan CS1 ini kurang laku di pasaran adalah dari segi tampilan. Kalau kita kembali lagi ke selera rata² konsumen di Indonesia, berdasarkan survey kecil²an ala HRM. Konsumen kita ini lebih condong memilih desain yang bagus dan sedap di pandang “eye catching” lha daripada performa motor. Sedangkan kalau kita tahu sendiri bagaimana performa CS1 bisa dibilang bagus namun desainnya yang kurang bisa diterima. Jadi kalau HRM mengambil kesimpulan, apa tidak selayaknya CS1 ini direborn saja. Ganti tampilannya misal menjadi sesuatu yang bernilai estetika, dan tanpa perubahan mesin pun HRM yakin akan mampu mendongkrak pamor CS1 lagi. Apalagi kalau sampai ganti mesin yang lebih powerfull lagi. Bagaimana kalau menurut panjengan semuanya…???

Iklan