Candi tikus mulai ditemukan dan digali kembali pada tahun 1914, bermula dari laporan warga mengenai penemuan bangunan misterius di tempat pemakaman. Hal tersebut segera ditindaklanjuti oleh Bupati Mojokerto kala itu R.A.A. Kromojoyo Adinegoro. Nama ‘Tikus’ hanya merupakan sebutan yang digunakan masyarakat setempat. Konon, pada saat ditemukan, tempat candi tersebut berada merupakan sarang tikus. Candi tikus sendiri terletak di dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, sekitar 13 km di sebelah tenggara kota Mojokerto.

Bentuk candi tikus ini pun terbilang unik, yang kalau kita perhatikan lebih jauh candi ini lebih mirip ke tempat petirtaan atau tempat pemandian. Memang belum ada informasi tertulis yang menggambarkan secara detail apa fungsi candi in pada jamannya dan untuk siapa pula candi ini dibangun. Beberapa pakar arkeolog lain malah mengunkapkan kalau candi tikus ini adalah bangunan yang digunakan sebagai tempat penampungan dan penyaluran air untuk keperluan penduduk Trowulan. Namun kalau kita memperhatikan menaranya yang berbentuk meru menimbulkan dugaan bahwa bangunan candi ini juga berfungsi sebagai tempat pemujaan.

Hanya dengan bermodal 2.500 rupiah saja untuk membayar tiket masuk, kita bisa menyaksikan peninggalan sejarah Kerajaan Mojopahit ini. Pengunjung pun dapat dengan mudah untuk membaca sejarah candi tikus ini di papan informasi yang telah disediakan pengelola situs bersejarah ini. Hmmm, tampaknya tempat wisata ini sangat cocok untuk anda dan putra-putri anda sebagai pengisi liburan akhir pekan. Jadi bukan hanya berlibur, tapi kita juga memperoleh wawasan baru tentang situs bersejarah ini. Monggo yang berminat, silahkan datang kemari. HRM siap kok jadi pemandunya…. 🙂

Iklan