PASAR KOPI™

Tak terasa hampir satu tahun berlalu, dan akhirnya tiba saat berpisah. Sesungguhnya HRM sendiri tidak sampai hati menulis artikel ini, karena bagaimanapun juga HRM ada sekarang ini tak lepas dari kehidupan sehari-hari HRM di Pasar Kopi. Sedikit flash back sekitar satu tahun yang lalu, ketika teman seperguruan saya Eko Deby aka Cafebiker memutuskan untuk memulai usaha warung kopi. Warung kopi yang akhirnya sekarang kita tahu berjudul Pasar Kopi ini lahir dari ide briliannya. Dengan segala konsep dan keyakinan yang dia miliki, akhirnya dengan semangat tinggi dia memulai usaha warung kopinya ini.

Awal Pasar Kopi mulai berdiri

Dan Alhamdulilah usahanya ini berbuah manis, seperti sekarang ini. Terhitung kurang lebih 9 blogger lahir dari Pasar Kopi ini. Awalnya bermula hanya sekedar obrolan khas warung kopi hingga akhirnya, anggota tetap Pasar Kopi beralih profesi menjadi Blogger, sebut saja Cafebiker sendiri, saya HRM,APM Blog, Motorjoss,Rider Mojopahit, MotorDOHC, Mesin 4 Tak, Rider Matic, hingga blogger termuda kami Ten Motor.  Belum lagi komentator fenomenal pun lahir dari Pasar Kopi ini, sebut saja “Tuwek”, dengan berbagai Tag Line yang di bawah seperti Pasar Kopi™, assoley icik icik ehem, dan lain lain yang selalu akhirnya menjadi trend setter bagi dunia komentator. Malam demi malam kami lalui dengan canda tawa, bahkan tak sedikit dari kami saling bertukar pikiran, sharing dan saling memberikan semangat satu sama lain. Sampai pernah suatu saat Ridertua, blogger kawak asal bangil ini menyempatkan dirinya berkunjung ke Pasar Kopi. Sungguh penghormatan yang luar biasa bagi kami

With Ridertua

dari kiri ke kanan : HRM,Cafebiker,APM Blog, Motorjoss

Hingga hari ini pun tiba, karena ada satu dan lain hal yang tak mungkin HRM ungkap di sini. Cafebiker sang pemilik Pasar Kopi dengan berat hati harus menutup warung kopi yang sangat berjasa bagi kami. Tempat yang selalu jadi inspirasi kami, tidak ada Pasar Kopi belum tentu history yang tercatat di hidup saya menjadi seperti. Begitu banyak suka duka yang kami lalui di sini.  Satu harapan dari HRM, semoga saja di lain waktu dan di lain kesempatan Pasar Kopi akan hadir kembali. Dan hingga saat itu tiba HRM akan setia menunggu. Akhir kata dengan tak kuasa menahan titik air mata HRM harus ucapkan “Selamat Tinggal Pasar Kopi”.

Iklan