foto jaman masih menjadi 4L4Y

Tampil apa adanya, dan seminimalis mungkin itulah saya dulu. Entah saking sederhananya atau mungkin lebih ke malas berpenampilan sampai akhirnya terbawa pula dalam gaya berkendara. Seringkali saya mengendarai motor dengan perlengkapan ala kadarnya, dan mengesampingkan kesan safety. Yang penting bagi saya dulu adalah yang penting selamat sampai tujuan, kalau celaka berarti apes. Dulu dengan hanya berbekal, Kaos oblong, celana pendek, sandal jepit, plus helm standard half face dan tak lupa riding style yang sruntulan bisa nyampe ke luar kota. Seperti contoh gambar di atas, itulah sekilas gambaran masa lalu saya yang pernah menjadi “4L4Y”.

Namun itu dulu, sebelum saya mengenal dunia perbloggeran otomotif yang saya geluti sekarang. Bermula hanya dari seorang pembaca, beralih menjadi komentator hingga akhirnya sekarang ahamdulilah sudah punya warung kecil²an. Dari postingan artikel² dari Blogger senior tentang pentingnya Safety Riding, perlahan namun pasti saya mulai berubah. Dan hingga sampai saya membuat artikel tentang pengalaman pribadi saya ini,Alhamdulilah saya telah berubah total. Dari sebelumnya yang hanya 4L4y sruntulan, sekarang menjadi seorang yang begitu peduli dengan safety riding. Tak lupa saya ucapkan terima kasih bagi blogger² senior yang tak henti²nya dan dengan getolnya selalu menggaungkan pentingnya keselamatan berkendara lewat tulisan dan artikel. Sehingga saya bisa menjadi sekarang ini, sungguh artikel yang sangat bermanfaat bagi saya pribadi.

Dan tiba saatnya bagi saya sebagai seorang blogger sekarang untuk ikut menggaungkan kampanye kesalamatan berkendara ini. Semoga saja sedikit pengalaman saya ini bisa menjadi inspirasi bagi setiap orang yang telah membca artikel ini, dan semoga bisa berubah seperti saya. Sudah saatnya kita harus berubah, keselamatan berkendara itu mutlak penting. INGAT nyawa tidak ada toko nya, tubuh tidak ada spare partnya. Jadi jagalah diri anda, kalau bukan anda siapa lagi…? Mulai lah dari sekarang, selagi masih ada kesempatan, seperti pepatah mengatakan “lebih baik mencegah dari pada mengobati”

Iklan