Mojokerto, Senin pagi dinihari tadi naas menimpa Bus Antar Kota Antar Propinsi Sumber Kencono dan mobil travel berjenis Elf. Berdasarkan informasi yang HRM terima, sementara ini korban meninggal menjadi 20 orang setelah sebelumnya diberitakan yang meninggal dunia berjumlah 19 orang. Memang naas HRM rasa, Bus SK ini. Bagaimana tidak dari sekilas kalau kita mendengar tentang berita kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus SK pasti image yang terjadi adalah sudah biasa. Ironis memang,Bus ekonomi favorit rakyat jelata dari mulai pegawai,TNI,karyawan pabrik sampai mahasiswa. Memang selama ini image yang timbul di Bus SK ini adalah arogan,ugal²an dan raja jalanan. Maka wajar jika sedang terjadi kecelakaan macam begini pertama tertuduh bersalah adalah Bus SK.

Akhirnya dengan sedikit rasa penasaran, HRM pun mengorek² informasi dari Pak Polisi, saksi mata sampai keluarga korban. Secara kebetulan RSU Dr. Wahidin Sudirohusodo, RS tempat evakuasi mayat korban kecelakaan bertempat di depan HRM kerja. Namun sayang HRM tidak berani mengambil foto mayat korban. Lha wong malah ada yang HRM temui mayat yang sudah tidak utuh lagi. Tanpa berlama-lama, HRM menanyakan kronologisnya kepada Pak Polisi yang kebetulan ada di situ. Dan Informasi yang HRM peroleh ternyata, letak kesalahan utama ada di pengemudi Elf. Karena ngebut memburu waktu,dan memakan jalur berlawanan yang notabene adalah jalur yang dilewati SK. Kontan saja supir SK sempat mengerem namun tidak terburu, sampai ban terseret sampai 5m dan akhirnya tabrakan pun tak terhindarkan.

garis putih yang menunjukkan bekas pengereman ban

Coba amati gambar di atas, garis putih di jalan adalah menunjukkan bekas pengereman ban. Sedangkan dari arah Elf datang tidak ada bekas pengereman sedikitpun. Sehingga akhirnya dapat disimpulkan yang bersalah disini adalah sopir dari Elf sendiri, yang sudah melawan arah dan naas yang dilawan arahnya adalah sang ”Raja Jalanan”. Namun sayangnya pemberitaan di Media tadi pagi kebanyakan dari mereka menyudutkan SK. Walah nasib², memang susah kalau kita sudah mempunyai image yang buruk di mata masyarakat. Sekali ada hal seperti ini, yang langsung dijadikan tersangka pasti kita. Hal itulah yang tampaknya sedang terjadi di SK sekarang ini. Untuk itulah HRM sengaja membuat artikel ini, yang hanya bertujuan untuk meluruskan berita yang simpang siur.Ternyata berganti nama saja menjadi Sumber Selamat saja masih tidak cukup, untuk dapat menghindari kecelakaan.

bekas darah korban yang tersisa

Yang pasti ada hikmah dibalik kejadian ini untuk kita semua, betapa pentingnya kita berkendara dengan safety. Safety bagi kita dan Safety bagi pengguna jalan lain, marilah saling menghormati sesama pengguna jalan. Hal yang kecil ini dimulai dari mana lagi kalau bukan dari kita sendiri.

Keep safety….

Iklan