Ada artikel menarik saat HRM jalan² di dapurpacu ada artikel yang bercerita tentang keseriusan bajaj yang akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi motor Bajaj, yang nantinya produksi bukan melulu untuk pasar motor Indonesia tetapi juga akan dijadikan produk ekspor untuk kawasan Asia Tenggara. Hmmm, menarik juga HRM rasa. Ditengah gonjang-ganjing blogsphere tentang masalah 3s dari bajaj, eh lha kok malah sekarang Bajaj mau berniat mendirikan pabrik di Indonesia. Kalau menurut HRM sih sah² saja langkah yang diambil Bajaj ini, malahan HRM mendukung rencana pendirian pabrik ini.

Pabrik yang rencananya menggunakan dana investasi USD 150 juta atau Rp 1,2 triliun ini akan mampu berproduksi 100.000 unit setiap tahunnya. Jadi dengan kata lain pabrik ini nantinya minimal akan memproduksi 8300an unit perbulan. Kalau memang untuk pasar Indonesia sendiri produksi perbulan seperti itu tampaknya masih berat, sedangkan data yang ada sekarang saja Bajaj hanya mampu menjual 15.000 unit di tengah tahun pertama, yang artinya tiap bulan motor bajaj hanya laku 2.500an unit. Nah jika memang benar Indonesia akan dijadikan basis produksi motor Bajaj untuk kawasan Asia Tenggara, kemungkinan besar menurut HRM kebanyakan produksi akan lari ke luar Indonesia.

Tapi meskipun begitu ada hal baik yang bisa kita dapat dari pendirian pabrik Bajaj di tanah air kita ini. Coba kita lihat sisi baiknya bagi kita, yang pasti kalau memang benar Bajaj nantinya akan mendirikan pabrik di Indonesia satu dari masalah utama yang pelik sekarang ini akan dengan mudah terselesaikan. Apakah itu? Ya jelas masalah sparepart. Masalah sparepart Bajaj yang sekarang menjadi bahan obrolan utama di dunia maya dan nyata. Jika Bajaj memproduksi motornya di sini otomatis Bajaj juga pasti memproduksi sparepartnya pula kan? Dengan begitu kebutuhan konsumen Bajaj akan sparepart bisa terpenuhi. Terus kemudian jika pabrik Bajaj benar² didirikan di Indonesia, yang namanya pabrik pasti butuh pekerja, coba bayangkan berapa tenaga kerja kita yang bisa dikaryakan. Dalam artian Bajaj sama saja dengan membuka lapangan pekerjaan baru. Belum lagi masalah harga, jika kita analisa secara logika. Logika yang pantas adalah jika sebelumnya motor Bajaj yang langsung di impor dari India bisa memukul harga motor jepang dengan harga miring, coba bayangkan betapa lebih murahnya lagi jika diproduksi sendiri. Monggo share komentarnya :mrgreen:

Iklan