dok : kompasiana.com

Tampaknya memang kita pasti tak asing dengan istilah “Di Atas Awan Masih Ada Awan”, dimana istilah ini bisa bermakna bahwa sesungguhnya tak ada sesuatu yang sempurna di muka bumi. Di atas yang hebat masih ada yang lebih hebat lagi di luar sana, bahkan mungkin yang tak pernah kita tahu sebelumnya. Jadi bagi kita jangan pernah kita merasa sombong dengan ilmu yang sudah kita miliki, karena sudah pasti di luar sana masih ada yang lebih tinggi lagi ilmunya dibanding kita. Malah sangat baik sekali bagi kita kalau kita bisa sharing ilmu yang kita miliki dengan yang lain, tentunya akan sangat membahagiakan sekali bagi kita kalau ternyata ilmu yang kita sharing ini bisa bermanfaat bagi orang lain.

dok : kompasiana.com

INGAT, ilmu yang kita sharing dengan orang lain disini bisa berarti kalau kita memang mengetahui dan memahami ilmu tersebut terlebih dahulu. Namun dengan seiring perjalanan waktu, bukan tak mungkin kalau orang yang kita share ilmu tersebut lebih master daripada kita yang tahu lebih dahulu. Dan itu adalah hal yang sangat wajar sekali, terkadang dalam kasus tertentu orang yang memberikan ilmunya ke orang lain merasa “tak terima” kalau orang yang diberi ilmu tadi lebih pintar, lebih ulung jika dibandingkan dengan dia. Padahal sebagai orang yang memberikan ilmunya ke orang lain, harusnya boleh berbanggalah kalau orang yang dituruni llmunya ini lebih handal dari dia. Jangan malah iri, dan akhirnya merasa tersaingi juga.

dok : baliblogger.org

Nah kalau sudah seperti ini terjadi, memang kembali lagi ke person masing-masing. Kembali lagi ke karakter sang pemberi ilmu, ikhlas apa tidak dia memberikan ilmunya ke orang lain. Kalau sudah ikhlas, tak perlu lah kita merasa tersaingi dan seakan iri dengan sesuatu yang didapat sang penerima ilmu. Dan yang paling penting disini adalah, jangan pernah sekali-kali kita memberikan ilmu atau mengajarkan ilmu ke orang lain dengan pamrih. Dalam artian, ada timbal balik yang kita harapkan dari sang penerima ilmu, terlebih lagi jika kita memberikan ilmu ke orang lain dengan tujuan tertentu. Sang penerima ilmu bukanlah budak, yang bisa kita kuasai dan perintah sesuai keinginan kita. Belum lagi  kalau sudah ada pandangan skeptis tentang Tua dan Muda. Karena tak selamanya orang yang lebih tua umurnya lebih pandai daripada orang yang lebih muda, begitu juga sebaliknya. Jadi jangan pernah malu kalau kita harus belajar dari orang yang lebih muda daripada kita. Memang yang harus diakui adalah orang yang berumur tua lebih memiliki pengalaman dibanding  yang lebih muda. Dan itu fakta! Jadi kesimpulan yang bisa kita ambil adalah, tak ada yang lebih indah di dunia ini jika kita bisa berbagi dengan sesama, tanpa memperhatikan faktor umur dan tanpa kepentingan apapun. Bagaimana kalau menurut panjengan semuanya..??  :)

About these ads