Tampaknya memang kita pasti tak asing dengan istilah “Di Atas Awan Masih Ada Awan”, dimana istilah ini bisa bermakna bahwa sesungguhnya tak ada sesuatu yang sempurna di muka bumi. Di atas yang hebat masih ada yang lebih hebat lagi di luar sana, bahkan mungkin yang tak pernah kita tahu sebelumnya. Jadi bagi kita jangan pernah kita merasa sombong dengan ilmu yang sudah kita miliki, karena sudah pasti di luar sana masih ada yang lebih tinggi lagi ilmunya dibanding kita. Malah sangat baik sekali bagi kita kalau kita bisa sharing ilmu yang kita miliki dengan yang lain, tentunya akan sangat membahagiakan sekali bagi kita kalau ternyata ilmu yang kita sharing ini bisa bermanfaat bagi orang lain.
INGAT, ilmu yang kita sharing dengan orang lain disini bisa berarti kalau kita memang mengetahui dan memahami ilmu tersebut terlebih dahulu. Namun dengan seiring perjalanan waktu, bukan tak mungkin kalau orang yang kita share ilmu tersebut lebih master daripada kita yang tahu lebih dahulu. Dan itu adalah hal yang sangat wajar sekali, terkadang dalam kasus tertentu orang yang memberikan ilmunya ke orang lain merasa “tak terima” kalau orang yang diberi ilmu tadi lebih pintar, lebih ulung jika dibandingkan dengan dia. Padahal sebagai orang yang memberikan ilmunya ke orang lain, harusnya boleh berbanggalah kalau orang yang dituruni llmunya ini lebih handal dari dia. Jangan malah iri, dan akhirnya merasa tersaingi juga.
Nah kalau sudah seperti ini terjadi, memang kembali lagi ke person masing-masing. Kembali lagi ke karakter sang pemberi ilmu, ikhlas apa tidak dia memberikan ilmunya ke orang lain. Kalau sudah ikhlas, tak perlu lah kita merasa tersaingi dan seakan iri dengan sesuatu yang didapat sang penerima ilmu. Dan yang paling penting disini adalah, jangan pernah sekali-kali kita memberikan ilmu atau mengajarkan ilmu ke orang lain dengan pamrih. Dalam artian, ada timbal balik yang kita harapkan dari sang penerima ilmu, terlebih lagi jika kita memberikan ilmu ke orang lain dengan tujuan tertentu. Sang penerima ilmu bukanlah budak, yang bisa kita kuasai dan perintah sesuai keinginan kita. Belum lagi kalau sudah ada pandangan skeptis tentang Tua dan Muda. Karena tak selamanya orang yang lebih tua umurnya lebih pandai daripada orang yang lebih muda, begitu juga sebaliknya. Jadi jangan pernah malu kalau kita harus belajar dari orang yang lebih muda daripada kita. Memang yang harus diakui adalah orang yang berumur tua lebih memiliki pengalaman dibanding yang lebih muda. Dan itu fakta! Jadi kesimpulan yang bisa kita ambil adalah, tak ada yang lebih indah di dunia ini jika kita bisa berbagi dengan sesama, tanpa memperhatikan faktor umur dan tanpa kepentingan apapun. Bagaimana kalau menurut panjengan semuanya..??











ajib,..belajar sampai liang kubur..
liang lainnya juga perlu belajar
ajib,..liang apa tuch
awkwkwkwkw, liang kerok
setuju…
belajar memang tak ada batas usia
sampek tuweeeekkk
setuju
wogghhh
ijin menyimak suhu
monggo..
kalo ada cewe2 unyu yg pengen belajar sosiologi bisa hubungi sayah
http://sociusrider.wordpress.com/2012/06/29/di-prj-parkir-khusus-shogun-dan-rx-king-ternyata-masih-ada/#comment-813
klo saya pgen belajar cinta dmna kk???
sampeyan emang ngerti cinta? kirain ngertine nafsu thok
belajar bisa dari apa saja dan dimana saja
Ayo.. ikut Kompetisi Menulis Blog “Infiniti F1 Challenge”
http://stephenlangitan.com/archives/55860
ya benar sekli bro,, belajar terus..
Waahh,, seru juga nih ternyata baca artikel sambil rokok_an n ngopi.. Ahihihihi..
lifetime learning….
ya berbagi dan belajar memang tak akan membuat rugi,